Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjawab tantangan krisis iklim. Namun, sebagian besar potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Pesan inilah yang menjadi landasan kehadiran Planet Carbon sebagai pembicara undangan di Global Carbon Summit 2025, yang diselenggarakan pada bulan November oleh Ecobiz Asia.

Forum internasional ini mempertemukan para pemimpin industri, pembuat kebijakan, investor, pengembang proyek karbon, serta para inovator dari berbagai negara untuk membahas solusi iklim yang dapat diterapkan secara luas. Mewakili Planet Carbon, Managing Director sekaligus Co-Founder Kiagus Andre Zailani membawakan sesi berjudul “How the Agricultural Sector Can Power Indonesia’s Climate Legacy.”
Dalam sesi tersebut, dibahas bagaimana limbah pertanian dan perkebunan dapat diubah menjadi biochar untuk menghasilkan dampak iklim yang nyata, mulai dari pengurangan emisi, penghilangan karbon secara permanen dari atmosfer, pemulihan tanah yang terdegradasi, hingga penciptaan nilai ekonomi jangka panjang. Biochar diposisikan sebagai teknologi iklim yang praktis dan scalable, yang mampu menjembatani tujuan lingkungan dengan kelayakan ekonomi. Dengan mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai, biochar menunjukkan peran strategis sektor pertanian dalam mempercepat aksi iklim global.
Planet Carbon meyakini bahwa pendekatan ini dapat mendukung upaya menuju target net-zero emissions pada 2050, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih luas untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi dunia usaha, masyarakat, dan planet kita.




