Tentang Kami

Teknologi Tanah Kami

Fokus dari teknologi dari Planet Carbon adalah menghasilkan biochar berkualitas tinggi serta mendesainnya sesuai dengan karakteristik lahan. Inovasi yang kami miliki dapat menyesuaikan hasil produksi biochar agar menjadi solusi tepat bagi setiap jenis tanah yang berbeda-beda.

Top View of Hands Holding Young Plant

TIM KEPEMIMPINAN

Tony A. Halim - Planet Carbon

Tony A. Halim

Executive Chairman
Co-founder
Strategy and Technology

Tony mempunyai pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang manufaktur dan investasi dimana saat ini berperan memberikan arahan strategis pada beberapa Perusahaan, diantaranya produsen proses penyambungan metal dan sarung tangan medis di Indonesia. Dengan ragam pengetahuan mendalam di bidang manufaktur, rintisan (start up) dan perencanaan strategis yang dimilikinya, ia senantiasa mendorong inovasi dalam peningkatan kualitas dan keberlanjutan (sustainability) pada industri.

Dengan keyakinan untuk memberikan nilai yang bermakna bagi para pemangku kepentingan dan tim, Tony mendedikasikan dirinya agar dapat senantiasa meningkatkan inisiatif terkait isu iklim/lingkungan, serta pembangunan di bidang ekonomi dan sosial. Aspirasinya adalah memimpin transformasi pada sebuah usaha rintisan teknologi terkait iklim (climate tech start up) sekaligus berkontribusi pada tujuan pembangunan dengan skala yang lebih luas di negeri ini.

Ridzki D. Kramadibrata - Planet Carbon

Ridzki D. Kramadibrata

Executive Vice Chairman
Co-founder
Strategy and Communication

Figur ini dikenal luas sebagai seorang top eksekutif tanah air dengan kiprahnya dalam berbagai program inovatif yang berorientasi pada hasil. Terbukti, kepemimpinannya pernah berhasil mengubah merek-merek penantang menjadi pemimpin pasar, merevolusi industri dengan ragam inisiatif produk dan pemasaran, serta mengembangkan program-program kerjasama dengan mitra nasional maupun global. Pencapaian tersebut membawanya meraih prestasi dengan menerima berbagai penghargaan bergengsi.

Peraih gelar sarjana dari Universitas Padjadjaran, Diploma dari University of California-Berkeley, serta MBA dari University at Buffalo School of Management ini mempunyai beragam pengalaman di bidang telekomunikasi, maskapai penerbangan, dan teknologi di manca negara, baik di Amerika Serikat, Asia Tenggara, dan Indonesia. Saat ini, Ridzki mendapat kehormatan sebagai Anggota Dewan Penasehat untuk Legatum Center for Development and Entrepreneurship di Massachusetts Institute of Technology (MIT), dimana ia berperan dalam mendorong strategi inovatif dan pengenmbangan kewirausahaan.

Kiagus Andre Zailani | Managing Director Co-founder Business and Commercial Planet Carbon

Kiagus Andre Zailani

Managing Director
Co-founder
Business and Commercial 

Mempunyai pengalaman lebih dari 25 tahun pada berbagai posisi kepemimpinan di Perusahaan Nasional dan Multinasional, Andre menjalani karirnya di bidang telekomunikasi, media penyiaran, dan sektor digital. Rekam jejak dalam memberikan pertumbuhan pendapatan yang signifikan bagi organisasi yang di pimpinnya telah mengantarkannya ke tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi pada tempatnya bekerja terdahulu.

Lulusan Antropologi Sosial dari Universitas Padjadjaran ini memperkaya pengetahuannya melalui berbagai program kepemimpinan dan manajemen di Jepang, Hong Kong, dan Malaysia. Dengan motif kepedulian lingkungan yang telah lama diintegrasikan dalam kehidupan kesehariannya, Andre ingin lebih fokus untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki dengan terlibat aktif pada inisiatif yang dapat memberi dampak lebih besar dan substansial bagi keberlanjutan lingkungan.

Prof. (Ris) Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc, Ph.D, IPU, INV | Advisor Planet Carbon

Prof. (Ris) Ir.

Didiek Hadjar Goenadi,

M.Sc, Ph.D, IPU, INV

Penasihat (Advisor)

Peneliti Profesional Senior pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit Unit Bogor – PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dengan pengalamaan lebih dari 40 tahun.  Sosok yang dikenal luas ini mendapatkan pengakuan di industri Perkebunan, karena pernah mendapat amanah mengelola pusat-pusat riset Perkebunan di linkup Kementerian BUMN selama belasan tahun (2002-2015), termasuk penghargaan sebagai Tokoh Sawit Nasional (2022) dan Lifetime Achievement Award dari Majalah Sawit Indonesia (2023). Penghargaan ini melengkapi berbagai prestasi dan apresiasi lain yang diterimanya, baik dari dalam dan luar negeri, seperti dari Amerika Serikat, Korea Selatan dan Kanada, hingga Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 1998.

Dalam perjalanannya, peraih Sarjana Ilmu-ilmu Tanah dari IPB University (1981) serta Master (1986) dan Doktor (1989) dari University of Georgia, Athens, GA, Amerika Serikat dengan predikat kelulusan Summa Cum Laude ini telah menghasilan 11 buku di bidang Biochar, Biofertilizer dan Biodecomposer. Prof. Didiek juga memiliki  13 Perlindungan Kekayaan Intelektual (Paten dan Disain Industri) dan saat ini masih aktif sebagai Ketua Asosiasi Inventor Indonesia (AII) sembari terus berkegiatan sebagai Dosen Luar Biasa di Program Magister Manajemen Perkebunan Institut Perkebunan STIPER Yogyakarta, Koordinator Komite Riset Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Penasehat Asosiasi Biochar Indonesia (ABI) dan Komite Ahli di International Rubber Research Development Board (IRRDB).  Di samping itu, sebelumnya pernah menjadi Dosen Luar Biasa di Fakultas Pascasarjana IPB University (1989-1995) dan menjadi anggota American Society of Soil Sciences & Agronomy (1984-1995) dan juga New York Academy of Sciences pada tahun 1998. Kegiatan mutakhir saat ini selain terus aktif di bidang riset dan inovasi, juga mengadvokasi gerakan menyehatkan tanah untuk praktek pertanian berkelanjutan.

Bergabunglah Dengan Kami dalam Perjalanan Menuju Keberlanjutan

Di Planet Carbon, kami tidak hanya mengembangkan teknologi. Kami juga menciptakan Solusi tepat yang membuat perbedaan nyata pada sektor perkebunan dan pertanian.

Bermitralah dengan kami untuk melakukan revolusi pengelolaan residu dan lahan Anda, memaksimalkan produktivitas, dan memberikan dampak penting pada masa depan planet kita.